KODING UNTUK PAUD HIMPAUDI KABUPATEN MALANG

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga menjadi kreator pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Semangat inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan Diklat Koding untuk Guru PAUD yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI Kabupaten Malang, dengan saya, Bagus Sumantri, sebagai narasumber.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan berbagai teknologi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan guru PAUD dalam menyusun media pembelajaran kreatif. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai aplikasi AI yang dapat digunakan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Sesi pertama diawali dengan pengenalan materi melalui media presentasi interaktif yang telah disiapkan pada Canva. Presentasi tersebut dirancang agar mudah dipahami oleh guru, mulai dari konsep dasar berpikir komputasional hingga implementasi teknologi AI dalam pembelajaran anak usia dini. Materi dapat diakses secara daring melalui tautan Canva sehingga peserta dapat mempelajarinya kembali setelah kegiatan pelatihan selesai. Dengan pendekatan visual yang menarik, guru diajak memahami bahwa pembelajaran koding di PAUD bukanlah mengajarkan bahasa pemrograman yang rumit, melainkan melatih kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi melalui kegiatan bermain.

Materi Diklat

Memasuki sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan Storybook Gemini, sebuah layanan AI yang mampu membantu guru membuat cerita bergambar secara cepat dan menarik. Dalam sesi praktik, guru belajar menyusun ide cerita sederhana sesuai tema pembelajaran PAUD, kemudian mengembangkannya menjadi buku cerita digital yang lengkap dengan ilustrasi menarik. Fitur ini memberikan banyak inspirasi kepada guru untuk menghadirkan dongeng yang sesuai dengan kebutuhan kelas tanpa harus memiliki kemampuan menggambar profesional.

Peserta terlihat sangat antusias ketika mencoba membuat cerita bertema persahabatan, lingkungan, profesi, hingga pembentukan karakter. Dalam waktu singkat, setiap kelompok berhasil menghasilkan buku cerita yang dapat langsung digunakan sebagai media pembelajaran maupun dibagikan kepada orang tua sebagai bahan literasi di rumah. Kehadiran Storybook Gemini membuka wawasan baru bahwa teknologi dapat menjadi sahabat guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



Suasana pelatihan semakin hidup ketika memasuki materi Suno AI, sebuah platform yang memungkinkan siapa saja menciptakan lagu hanya dengan menuliskan deskripsi sederhana. Pada sesi ini, guru diajak memahami bagaimana menyusun lirik lagu yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, kemudian mengubahnya menjadi lagu lengkap dengan musik dan vokal secara otomatis menggunakan AI.

Kreasi Lagu dengan Suno

Animasi Dengan AI

Berbagai lagu bertema mengenal warna, angka, huruf, hewan, tanaman, hingga kebiasaan hidup sehat berhasil diciptakan oleh peserta. Bahkan beberapa kelompok mencoba membuat lagu penyemangat untuk kegiatan senam pagi dan lagu penutup pembelajaran. Guru menyadari bahwa lagu merupakan media yang sangat efektif untuk membantu anak mengingat materi sekaligus meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan bantuan Suno AI, proses pembuatan lagu yang sebelumnya membutuhkan kemampuan bermusik kini menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Materi yang paling dinantikan peserta adalah pembuatan video animasi menggunakan Google Flow. Pada sesi ini peserta belajar bagaimana memanfaatkan AI generatif untuk menghasilkan animasi edukatif yang menarik melalui penyusunan prompt yang tepat. Guru diperkenalkan pada teknik mendeskripsikan karakter, latar, gerakan kamera, pencahayaan, hingga dialog agar menghasilkan video yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Berbagai tema pembelajaran PAUD berhasil divisualisasikan menjadi animasi singkat, seperti mengenal profesi, menjaga kebersihan, siklus air, transportasi, hewan, buah-buahan, hingga cerita pembentukan karakter. Peserta sangat terkesan karena animasi yang sebelumnya memerlukan kemampuan editing video yang kompleks kini dapat dibuat dengan lebih sederhana menggunakan bantuan AI.

Selain menghasilkan media pembelajaran yang menarik, penggunaan Google Flow juga memberikan peluang bagi guru untuk membuat video pembelajaran secara mandiri sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Kreativitas guru menjadi semakin berkembang karena mereka dapat mengombinasikan cerita dari Storybook Gemini, lagu hasil kreasi Suno AI, dan animasi dari Google Flow menjadi satu paket media pembelajaran yang utuh.

Sepanjang kegiatan pelatihan, peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan AI di satuan PAUD. Berbagai pertanyaan muncul mengenai etika penggunaan AI, penyusunan prompt yang efektif, hingga cara memastikan media yang dihasilkan tetap sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Diskusi ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya ingin mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Melalui pelatihan ini, diharapkan guru PAUD semakin percaya diri dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. AI bukanlah pengganti peran guru, melainkan alat bantu yang dapat mempercepat proses berkarya sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mendampingi, mengamati, dan membangun interaksi yang bermakna dengan anak-anak.

Saya mengucapkan terima kasih kepada HIMPAUDI Kabupaten Malang atas kepercayaan yang diberikan untuk berbagi pengalaman dalam Diklat Koding ini. Apresiasi yang tinggi juga saya sampaikan kepada seluruh peserta yang menunjukkan semangat belajar luar biasa, aktif berdiskusi, dan berani mencoba berbagai teknologi baru.

Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya semakin banyak guru PAUD yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan AI secara bijaksana, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir komputasional pada anak sejak usia dini. Bersama-sama, kita membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai bermain, belajar, dan karakter yang menjadi fondasi utama pendidikan PAUD.

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR CODING DENGAN SCRATCH

LAPORAN BELAJAR MURID PAUD