VIDEO ANIMASI INTERAKTIF BERSAMA GURU SD NEGERI RANGKAH VI SURABAYA

Perkembangan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), benar-benar mengubah cara kita membuat media pembelajaran. Kalau dulu membuat video animasi terasa rumit dan butuh kemampuan editing yang tinggi, sekarang prosesnya bisa jauh lebih mudah. Itulah semangat yang saya bagikan saat menjadi narasumber dalam In House Training (IHT) Media Pembelajaran Video Animasi Interaktif di SD Negeri Rangkah VI Surabaya, pada 6 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan karena para guru datang dengan semangat belajar yang luar biasa. Sejak sesi pertama dimulai, suasana sudah terasa hidup. Banyak peserta yang penasaran dengan AI, tetapi juga masih bertanya-tanya, "Apa benar guru bisa membuat video animasi sendiri?" Jawabannya tentu saja, bisa banget!

Dalam pelatihan ini saya mengajak peserta melihat bahwa AI bukanlah teknologi yang harus ditakuti. Sebaliknya, AI adalah partner yang bisa membantu guru bekerja lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih efisien. Yang terpenting tetap ide dan kreativitas guru, sedangkan AI membantu mewujudkannya menjadi media pembelajaran yang menarik.

Materi yang saya sampaikan merupakan pengembangan dari workshop animasi yang sebelumnya saya bawakan untuk guru-guru PAUD. Kali ini pendekatannya disesuaikan dengan kebutuhan guru sekolah dasar, sehingga contoh-contoh yang digunakan lebih dekat dengan pembelajaran di SD, mulai dari IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, hingga Pendidikan Pancasila.

Peserta saya ajak memahami alur pembuatan video animasi dari awal sampai akhir. Dimulai dari menyusun ide, membuat storyboard sederhana, menulis prompt yang efektif, menghasilkan ilustrasi dan karakter menggunakan AI, hingga mengubahnya menjadi video animasi yang siap digunakan di kelas.

Yang membuat suasana semakin seru adalah sesi praktik. Hampir semua peserta langsung mencoba membuat media pembelajaran berdasarkan mata pelajaran yang mereka ampu. Dalam waktu singkat, mulai bermunculan berbagai animasi dengan karakter lucu, visual yang menarik, dan cerita yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Tidak berhenti di situ, kami juga membahas bagaimana membuat video animasi interaktif, yaitu video yang tidak hanya ditonton siswa, tetapi juga mengajak mereka berpikir dan berinteraksi melalui pertanyaan atau aktivitas sederhana. Pendekatan seperti ini membuat proses belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

Salah satu hal yang paling saya tekankan adalah bahwa guru tidak harus menjadi animator profesional. Di era AI, yang dibutuhkan justru kemampuan menyusun ide pembelajaran yang kreatif. Teknologi akan membantu mengerjakan bagian teknis, sementara guru tetap menjadi sosok utama yang menentukan tujuan, isi materi, dan pengalaman belajar siswa.

Melihat antusiasme para peserta membuat saya semakin optimis bahwa transformasi digital di dunia pendidikan sedang berjalan ke arah yang positif. Banyak guru yang awalnya merasa belum pernah menggunakan AI, tetapi di akhir pelatihan sudah mampu menghasilkan video animasi pertama mereka. Bahkan beberapa peserta langsung berdiskusi tentang bagaimana mengembangkan media tersebut untuk pembelajaran di kelas masing-masing.


Terima kasih kepada keluarga besar SD Negeri Rangkah VI Surabaya atas sambutan yang hangat, serta kepada IGI Kota Surabaya yang terus memberikan ruang bagi guru untuk bertumbuh dan belajar bersama. Semoga pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi menjadi awal lahirnya semakin banyak guru kreatif yang mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan dunia peserta didik saat ini.

Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang membuat pembelajaran menjadi luar biasa tetaplah guru yang terus mau belajar, berinovasi, dan menginspirasi. Mari terus berkarya, berbagi, dan membuktikan bahwa guru Indonesia mampu menjadi kreator pembelajaran di era digital. 

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR CODING DENGAN SCRATCH

LAPORAN BELAJAR MURID PAUD

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL FASE D DISPENDIK SURABAYA