IN HOUSE TRAINING SMK NEGERI 1 SIDAYU GRESIK

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Guru tidak lagi hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan produktif dalam proses pembelajaran. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Penerbit Erlangga bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Sidayu Gresik menyelenggarakan In House Training (IHT) Implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Juli 2026.

Saya berkesempatan menjadi narasumber dari Penerbit Erlangga untuk mendampingi para guru dalam mengenal berbagai teknologi AI yang dapat diterapkan secara langsung di kelas. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para guru dari berbagai program keahlian. Suasana pelatihan terasa sangat interaktif karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai aplikasi berbasis AI.

Hari Pertama: Mengenal Buku Ajar dan AI untuk Mendukung Pembelajaran

Materi hari pertama diawali dengan pengenalan buku "Explore Koding & Kecerdasan Artifisial" terbitan Erlangga untuk kelas X, XI, dan XII SMK. Buku ini dirancang sebagai pendamping implementasi mata pelajaran baru yang menekankan kemampuan berpikir komputasional, pemrograman dasar, pemanfaatan AI, serta etika penggunaan teknologi digital.

Dalam sesi ini kami membahas struktur materi, capaian pembelajaran, contoh aktivitas proyek, hingga strategi guru dalam mengintegrasikan materi ke berbagai kompetensi keahlian di SMK. Peserta juga berdiskusi mengenai tantangan mengajarkan AI kepada peserta didik yang memiliki latar belakang jurusan yang beragam, mulai dari teknik, bisnis, hingga layanan.

Selanjutnya peserta diajak mengenal salah satu fitur terbaru dari Google Gemini, yaitu Deep Research. Berbeda dengan pencarian informasi biasa, Deep Research mampu membantu pengguna melakukan riset secara lebih sistematis. Guru dapat meminta Gemini mengumpulkan referensi dari berbagai sumber, menyusun ringkasan, membandingkan informasi, hingga menghasilkan laporan penelitian sederhana.

Pada sesi praktik, para peserta mencoba membuat kajian mengenai perkembangan AI di dunia industri sesuai bidang keahlian masing-masing. Hasilnya cukup mengesankan karena dalam waktu singkat guru dapat memperoleh bahan ajar yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk dikumpulkan secara manual.

Materi berikutnya membahas NotebookLM dari Google. Aplikasi ini menjadi salah satu favorit peserta karena mampu mengolah berbagai dokumen milik pengguna menjadi sumber belajar yang interaktif. Guru cukup mengunggah modul, buku, artikel, atau dokumen pembelajaran, kemudian NotebookLM dapat membantu membuat ringkasan, pertanyaan, kuis, hingga menjawab pertanyaan berdasarkan dokumen tersebut.



Peserta juga mencoba fitur Audio Overview yang mampu mengubah isi dokumen menjadi percakapan layaknya podcast. Fitur ini membuka peluang baru dalam penyusunan media pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik dengan berbagai gaya belajar.

Di akhir hari pertama, para guru mulai menyadari bahwa AI bukanlah pengganti guru, melainkan asisten yang dapat mempercepat pekerjaan administratif sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Hari Kedua: Kreativitas Guru dengan Flow Google dan Gemini Canvas

Hari kedua menjadi sesi yang paling dinantikan karena berfokus pada pembuatan media pembelajaran berbasis AI.

Materi pertama membahas Flow Google, sebuah platform yang memungkinkan pengguna membuat video animasi sinematik hanya melalui prompt atau deskripsi teks. Saya menunjukkan bagaimana guru dapat mengubah materi pelajaran menjadi video animasi edukatif yang menarik tanpa harus memiliki kemampuan editing video profesional.

Peserta mencoba membuat berbagai animasi sesuai bidang keahliannya masing-masing. Guru Teknik Kendaraan Ringan membuat animasi cara kerja mesin kendaraan, guru Teknik Komputer membuat visualisasi jaringan komputer, sedangkan guru bidang lainnya membuat animasi proses kerja sesuai kompetensi keahlian masing-masing.

Hasil yang diperoleh sangat menarik. Dalam waktu relatif singkat, para guru mampu menghasilkan video pembelajaran yang sebelumnya membutuhkan perangkat lunak editing kompleks dan waktu produksi yang panjang. Kreativitas peserta pun semakin berkembang ketika mereka memadukan teknik penulisan prompt yang efektif dengan kemampuan AI menghasilkan visual berkualitas tinggi.

Materi Buku Erlangga SMK

Materi selanjutnya membahas Gemini Canvas, salah satu fitur terbaru yang sangat potensial digunakan guru. Melalui Canvas, peserta belajar menyusun berbagai perangkat pembelajaran secara lebih cepat dan sistematis.

Tidak hanya membuat modul ajar, peserta juga mencoba menghasilkan berbagai dokumen pembelajaran seperti tujuan pembelajaran, asesmen, rubrik penilaian, LKPD, hingga aktivitas pembelajaran berbasis proyek. 

Yang paling menarik perhatian peserta adalah kemampuan Gemini Canvas dalam membantu membuat aplikasi pembelajaran sederhana tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman tingkat lanjut. Guru cukup menjelaskan kebutuhan aplikasi melalui prompt, kemudian Canvas membantu menghasilkan kode, tampilan antarmuka, serta memberikan panduan pengembangannya.

Pada sesi praktik, beberapa peserta berhasil membuat prototipe aplikasi kuis interaktif, simulasi pembelajaran, hingga media evaluasi sederhana yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan sekolah.

Melalui praktik langsung ini, peserta memperoleh pengalaman baru bahwa AI tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan teks, tetapi juga dapat menjadi mitra dalam mengembangkan media digital yang inovatif.




Pelatihan selama dua hari ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak lagi menjadi wacana, tetapi sudah menjadi kebutuhan nyata di sekolah. Guru perlu terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Saya mengapresiasi komitmen SMK Negeri 1 Sidayu Gresik yang secara aktif mempersiapkan para guru menghadapi implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Dukungan Penerbit Erlangga melalui penyediaan buku ajar serta pelatihan kompetensi menjadi langkah strategis dalam menyukseskan implementasi kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Semoga kegiatan ini menjadi awal lahirnya berbagai inovasi pembelajaran berbasis AI di lingkungan sekolah. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, kolaborasi, dan keberanian mencoba teknologi baru, guru Indonesia akan semakin siap mencetak generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan era digital.
 

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR CODING DENGAN SCRATCH

LAPORAN BELAJAR MURID PAUD

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL FASE D DISPENDIK SURABAYA