Di era digital seperti sekarang, dunia pendidikan anak usia dini ikut bergerak menuju pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya perlu dikenalkan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga keterampilan berpikir logis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah sejak dini. Salah satu pendekatan yang kini mulai banyak diperkenalkan di dunia PAUD adalah pembelajaran koding dan berpikir komputasional melalui aktivitas bermain.
Saya merasa sangat bersyukur karena mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Pintar Erlangga bersama Penerbit Erlangga dengan tema “Pengenalan Koding Melalui Aktivitas Menyenangkan pada Anak Usia Dini.” Webinar yang dilaksanakan pada 23 Mei 2026 melalui Zoom ini diikuti oleh guru PAUD, orang tua, dan pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, saya tidak hanya hadir sebagai Fasilitator Nasional Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Kemendikdasmen, tetapi juga sebagai penulis buku “Aktivitas Bermain dan Berpikir Komputasional.” Buku ini menjadi salah satu bentuk kontribusi saya dalam mendukung guru PAUD agar lebih mudah mengenalkan konsep berpikir komputasional kepada anak melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan.
Saat mendengar kata “koding”, banyak orang langsung membayangkan komputer, layar, atau bahasa pemrograman yang rumit. Padahal untuk anak usia dini, koding bukan tentang membuat aplikasi atau menjadi programmer kecil. Yang lebih penting adalah melatih cara berpikir anak agar mampu memahami urutan, mengenali pola, mengikuti instruksi, serta menemukan solusi dari masalah sederhana.
Hal menariknya, semua itu bisa dilakukan sambil bermain.
Dalam webinar ini saya menjelaskan bahwa konsep berpikir komputasional dapat dikenalkan tanpa harus menggunakan gadget secara terus-menerus. Anak-anak bisa belajar melalui permainan maze, menyusun pola warna, mengikuti arah panah, bermain kartu instruksi, mengurutkan aktivitas harian, hingga bermain gerak dan lagu. Aktivitas sederhana tersebut sebenarnya sedang melatih kemampuan berpikir sistematis dan logis pada anak.
Materi Webinar
by Bagus SumantriSaya juga berbagi pengalaman bagaimana guru PAUD sebenarnya memiliki potensi besar untuk menghadirkan pembelajaran inovatif tanpa harus menggunakan alat mahal. Dengan kreativitas, benda-benda sederhana di kelas dapat menjadi media belajar yang luar biasa. Bahkan permainan tradisional pun bisa dikembangkan menjadi aktivitas berpikir komputasional yang seru dan bermakna.
Salah satu hal yang saya tekankan dalam sesi materi adalah pentingnya pembelajaran yang sesuai dengan dunia anak. Anak usia dini belajar paling baik ketika mereka merasa senang, aktif bergerak, dan terlibat langsung dalam pengalaman belajar. Karena itu, pendekatan bermain menjadi kunci utama dalam mengenalkan konsep koding di PAUD.
Melalui buku “Aktivitas Bermain dan Berpikir Komputasional,” saya mencoba menghadirkan berbagai ide aktivitas yang mudah diterapkan guru di kelas maupun orang tua di rumah. Buku tersebut berisi permainan sederhana yang membantu anak belajar berpikir runtut, mengenali pola, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tantangan dengan cara yang menyenangkan.
Antusias peserta dalam webinar ini terasa luar biasa. Banyak guru yang mulai menyadari bahwa pembelajaran abad 21 tidak harus selalu identik dengan teknologi canggih. Justru yang paling penting adalah bagaimana guru mampu membangun kemampuan berpikir anak melalui aktivitas yang sesuai tahap perkembangan mereka.
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta juga berbagi pengalaman menarik tentang anak-anak yang ternyata sangat cepat memahami pola dan instruksi ketika pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan. Hal ini menjadi bukti bahwa anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan belajar yang luar biasa jika diberikan stimulasi yang tepat.
Saya percaya bahwa pengenalan berpikir komputasional sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan. Bukan sekadar untuk menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif yang sangat dibutuhkan di era sekarang.
Tatap Muka Virtual
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa guru perlu terus belajar dan berkembang. Dunia pendidikan terus berubah, begitu juga karakter anak-anak generasi sekarang. Guru PAUD dituntut untuk lebih fleksibel, kreatif, dan berani mencoba pendekatan baru agar pembelajaran tetap menarik dan relevan.
Saya pribadi merasa bahagia bisa berbagi ilmu dan pengalaman bersama para pendidik hebat dari berbagai daerah. Energi positif dan semangat belajar para peserta membuat saya semakin optimis bahwa pendidikan anak usia dini di Indonesia akan terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Terima kasih kepada Penerbit Erlangga, Komunitas Pintar Erlangga, moderator Kak Tania, dan seluruh peserta webinar yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Semoga materi yang dibagikan dapat menjadi inspirasi baru bagi guru dan orang tua dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan untuk anak-anak Indonesia.
Karena pada akhirnya, belajar koding di PAUD bukan tentang seberapa canggih teknologinya, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar berpikir, mencoba, bekerja sama, dan menikmati proses belajar dengan penuh keceriaan.

No comments:
Post a Comment