Tuesday, January 20, 2026

SEMUA GURU BISA ANIMASI

Awal tahun 2026 ini saya membuka lembaran baru dengan semangat yang berbeda. Dunia berubah cepat, teknologi bergerak lebih cepat lagi, dan pendidikan tidak boleh tertinggal. Karena itu, saya bersama rekan-rekan IGI Kota Surabaya mengadakan diklat online bertajuk Semua Guru Bisa Animasi – Membuat Video Animasi Sekejab dengan AI. Kegiatan ini berlangsung tanggal 10–15 Januari 2026, dan jujur saja, ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah gerakan kecil untuk perubahan besar.

Sebagai Ketua Daerah IGI Kota Surabaya, saya sering bertemu guru-guru hebat dengan semangat luar biasa. Tapi banyak dari mereka merasa minder ketika bicara soal teknologi, apalagi AI. Ada yang bilang, “Wah, itu rumit, Pak.” Ada juga yang merasa, “Saya sudah tidak muda lagi.” Padahal faktanya, AI hari ini justru hadir untuk memudahkan, bukan mempersulit.

Lewat diklat ini, saya ingin menyampaikan pesan sederhana: semua guru bisa animasi. Iya, semua. Tidak harus jago desain. Tidak harus bisa coding. Tidak perlu peralatan mahal. Dengan bantuan AI dan berbagai tools pendukung lainnya, membuat video animasi pembelajaran bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Sekejab, tapi tetap berkualitas.

Kenapa animasi? Karena anak-anak zaman sekarang hidup di era visual. Mereka akrab dengan video, gerak, warna, dan cerita. Kalau kita masih mengandalkan metode lama tanpa sentuhan kreativitas digital, mereka mudah bosan. Animasi bukan soal gaya-gayaan. Ini soal strategi. Soal bagaimana pesan pembelajaran bisa sampai dengan lebih kuat, lebih menyenangkan, dan lebih membekas.

Materi Diklat

Animasi dengan Menggunakan AI by Bagus Sumantri

Saya percaya, guru tidak boleh kalah kreatif dari konten media sosial. Kalau anak-anak bisa betah menonton video pendek berjam-jam, artinya format itu memang efektif. Tinggal bagaimana kita mengisinya dengan nilai edukasi, karakter, dan pesan positif. Di sinilah AI menjadi sahabat baru guru.

Dalam diklat ini, peserta tidak hanya belajar teori. Kami fokus praktik. Mulai dari membuat ide cerita sederhana, menyusun naskah singkat, membuat visual karakter, hingga menghasilkan video animasi pembelajaran. Semua langkah dibuat sistematis dan mudah diikuti. Bahkan bagi yang benar-benar baru.

Yang membuat saya semakin semangat, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi. Saya tidak sendiri. Bersama sahabat saya, Sugeng Setyo Budi, Sekretaris Daerah IGI Kota Surabaya, kami ingin memastikan bahwa pelatihan ini tidak sekadar formalitas. Kami ingin peserta benar-benar pulang dengan keterampilan baru.

Video Tatap Muka Virtual

Saya pribadi melihat AI bukan sebagai ancaman bagi guru. Justru sebaliknya. AI adalah asisten. Ia membantu kita menyusun ide, merapikan naskah, membuat ilustrasi, bahkan mengubah teks menjadi video. Tugas guru tetap utama: membimbing, menginspirasi, dan menanamkan nilai. AI hanya mempercepat proses teknisnya.

Banyak yang bertanya, “Pak, apakah ini cocok untuk guru PAUD? SD? SMP? SMA?” Jawabannya: sangat cocok. Prinsip animasi bisa diterapkan di semua jenjang. Tinggal disesuaikan dengan karakter peserta didik. Bahkan untuk presentasi materi rapat atau sosialisasi program sekolah pun bisa.

Saya juga ingin mengajak guru-guru untuk berani mencoba. Jangan menunggu sempurna. Jangan menunggu merasa siap. Justru dengan ikut pelatihan seperti ini, kita belajar sambil praktik. Salah itu biasa. Bingung itu wajar. Yang tidak boleh adalah berhenti sebelum mencoba.

Tema besar yang kami usung sejalan dengan semangat pendidikan yang ramah dan terbuka untuk semua. Pendidikan hari ini harus inklusif, adaptif, dan relevan. Guru yang mau belajar teknologi adalah guru yang sedang menyiapkan masa depan muridnya.

Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya soal mengajarkan cara membuat animasi. Ini tentang membangun mindset baru. Mindset bahwa guru Indonesia mampu bertransformasi. Mindset bahwa teknologi bukan jurang pemisah, tetapi jembatan penghubung.

Saya membayangkan setelah pelatihan ini, akan lahir ratusan video animasi karya guru. Video tentang adab, sains, matematika, literasi, kisah inspiratif, bahkan edukasi karakter. Konten yang dibuat dari hati oleh pendidik, untuk anak-anak negeri.

Akhirnya, saya ingin menutup tulisan ini dengan satu pesan sederhana: jangan takut pada perubahan. Dunia sudah berubah. Anak-anak kita sudah berubah. Maka cara kita mengajar pun perlu ikut berkembang. Bukan untuk ikut tren semata, tetapi untuk tetap relevan.

Semua guru bisa animasi. Semua guru bisa naik level. Dan semua guru berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar hal baru.

Mari bergerak bersama. Mari belajar bersama. Mari membuktikan bahwa guru Indonesia tidak hanya mengajar, tetapi juga terus bertumbuh. 

Link terkait : https://surabaya.igi.or.id/2025/12/semua-guru-bisa-animasi.html

No comments:

Post a Comment